Bagiku menulis adalah mengukir pedih yang tidak bisa ku pendam, namun tidak juga untuk diumbar.
Untuk waktu yang lampau aku tidak pernah berhenti memberi tinta pada kertas-kertas putihku. Selalu ada yang ingin kugariskan.
Namun sekarang, saat-saat ini aku seakan tidak lupa dan tidak pernah berhenti mengirimimu tulisan singkat hanya untuk mengganggumu.
Pahamlah, jika aku kembali menulis dan tidak pernah berhenti menulis lagi, pastinya ada hal yang salah terjadi.
Karena aku hanya menulis jika luka terasa pedih, karena aku percaya Bahagia bukan untuk dibukukan namun dibagikan.
Karena Bahagia adalah Berkat Tuhan dan Berkat Tuhan itu KAMU

Tidak ada komentar:
Posting Komentar