~Karena kami masih anak-anak kami mencinta seolah hari ini
adalah hari terakhir kami~.
Penuh tanda tanya, dunia ini aneh. Antara dunia yang aneh
atau diriku yang aneh ataukah mereka yang jauh lebih aneh. Mereka mencinta
tetapi mereka mengeluarkan kesedihan oleh karena itu. Disamping itu mereka
menggores luka satu sama lain. Apa yang salah dengan suatu hubungan? Namun yang
kulihat hanya suatu yang begitu rumit. Mereka tetap bertahan meskipun mereka
terluka, mereka masih mau berjalan meskipun mereka merasakan sakit.
Aku iri. Bukan karna mereka selalu terluka dan sakit hati. Melainkan
karna mereka punya cinta. Luka tak pernah berhenti mengeluarkan darah namun
mereka selalu berjalan. Mereka tertawa dengan kepedihan. Mereka saling
merangkul dan menopang meski mereka tak sempurna. Yah, mereka punya cinta. Cinta
yang selalu memberi kekuatan, mereka tegar. Cinta yang memberi kesabaran,
mereka bertahan. Cinta yang peduli dan penuh kasih, mereka memaafkan. Cinta
yang memberi kesanggupan, mereka saling merangkul.
Kumengerti sekarang, cinta bukan tentang perasaan, itu
terkesan terlalu sederhana dan sempit, ternyata cinta itu segalanya, tanpa
cinta mungkin kau takkan bisa hidup. Satu hal lagi, cinta bukan hanya dimiliki
pasangan kekasih antara pria dan wanita, terlalu kaku pola pikir kalian. Cinta
ada sehingga kita bisa berinteraksi.
Cinta mengalir dari salib di bukit golgota, bertahun-tahun
yang lalu. Cinta adalah segalanya yang diberikan Bapa pada hati kita. Cinta, bukti
nyata kedahsyatannya adalah Yesus Kristus.
~Love, it never dies. It never goes away, it fades,so long
as you hang on to it. Love you immortal~