Minggu, 11 September 2016

Berkat Tuhan





                                     Setelah bersamamu, aku tidak pernah menulis lagi.
Bagiku menulis  adalah mengukir pedih yang tidak bisa ku pendam, namun tidak juga untuk diumbar. 
Untuk waktu yang lampau aku tidak pernah berhenti memberi tinta pada kertas-kertas putihku. Selalu ada yang ingin kugariskan. 
Namun sekarang, saat-saat ini aku seakan tidak lupa dan tidak pernah berhenti mengirimimu tulisan singkat hanya untuk mengganggumu. 
Pahamlah, jika aku kembali menulis dan tidak pernah berhenti menulis lagi, pastinya ada hal yang salah terjadi. 
Karena aku hanya menulis jika luka terasa pedih, karena aku percaya Bahagia bukan untuk dibukukan namun dibagikan.
Karena Bahagia adalah Berkat Tuhan dan Berkat Tuhan itu KAMU

God's Plan


Sampai saat ini saya masih bingung dengan rencana Tuhan. 

Bertanya-tanya apa yang Ia rencanakan untuk saya saat ini sehingga saya harus berada di sini. 

Percaya atau tidak, saya hanya bisa patuh. Berjalan dengan ketidakpahaman yang saya miliki. 

Saya bertahan tanpa alasan yang jelas dari dalam diri saya.

Saya tidak pernah mengerti mengapa harus disini, mengapa harus seperti ini, apa yang terjadi nantinya dengan saya disini, pertanyaan-pertanyaan ini berlomba-lomba menghantui pikiran saya, bergantian membuat saya iri dengan orang lain. 

Tak hentinya mencari jawaban dari semua pertanyaan itu, hanya saja jawaban yang datang tidak pernah jelas.

Pada akhirnya, lelah membuat semuanya harus berhenti, berhenti dikejar dan ditemukkan. 
Pada akhirnya, semuanya membawa saya pada satu titik dimana apa yang saya miliki hanya percaya.
Dimana hanya ada harapan, harapan dibawah kaki salibNya. 
Dimana hanya ada iman akan setiap janji-janjiNya
Dimana hanya ada keyakinan bahwa rencanaNya selalu indah. 

Dan pada akhirnya, menerima, bersyukur tanpa mengeluh dan menjalani itu yang bisa saya lakukan .